Pengalaman membuat SIM C …
Assalamualaikum Wr Wb.
Dulu, hari Rabu (klo ga salah tanggal 2 Juli 2008.. maklum dah lama… hehehehe) kantor tempat saya bekerja mendapat giliran pemadaman listrik bergilir. Karena unit tempat saya bekerja sangat bergantung pada ketersediaan listrik (komputer) maka bisa dikatakan bahwa saya mendapatkan libur 1 hari… (tidak resmi… hehehehehehe… maunya…). Nah dari pada saya bengong-bengong ga jelas juntrungnya saya ke polres aja untuk membuat SIM C yang baru, yang bentar lagi udah habis mas pakainya.
Sesampainya di polres, saya tanyakan kepada penjaga dimana tempat membikin SIM. Setelah diberi sedikit petunjuk, akhirnya saya sampai juga di ruangan yang dimaksud. “TEMPAT MEMBUAT DAN PERPANJANG SIM”. Pada ruangan itu terpampang jelas besaran rupiah yang dibutuhkan untuk membuat sim sebesar Rp. 75,000.00 dan memperpanjang sebesar Rp. 60,000.00 serta prosedur yang harus dilakukan. Setelah saya mengetahui prosedurnya, dimulailah petualangan saya mengurus pembuatan Surat Ijin Mengemudi (SIM). (ehehehehehe…..)
Hal yang pertama dilakukan adalah mengurus KIR Kesehatan (cek kesehatan). Disana saya diukur tinggi dan berat badan. Penglihatan saya di tes, apakah min, plus, atau… Kemudian dites warna, apakah buta warna atau tidak. Dan terakhir tensi saya yang di tes. Alhamdulillah proses tersebut dapat saya lalui dengan baik alias normal. Disini saya di minta biaya administrasi sebesar Rp. 18,000.00.
Setelah cek kesehatan saya membeli formulir pendaftaran pembuatan SIM (di loket no 1) sebesar Rp. 75,000.00. Setelah saya isi, kemudian saya kembalikan ke bagian pendaftaran (di loket no 2). Pada loket ini saya ditanya, “Mas, mau ikut tes apa ngga?”, saya sempat berpikir sejenak, tapi karena niatnya ingin mengikuti prosedur yang berlaku tanpa pikir lagi saya jawab “Tes aja bu…”. Kemudian saya dipersilahkan untuk menuju ke tempat tes teori.
Alhamdulillah tes teori dapat saya lalui dengan baik. Kemudian saya di suruh menunggu di depan, di dekat parkir kendaraan. Ternyata di tempat itulah saya akan menjalani tes praktek. Pada saat itu jarum jam menunjukkan pukul 09:27 WIB (klo ga salah inget… hehehehe…). Sambil menunggu pak polisi yang ngetes dateng saya ngobrol bentar dengan peserta lainnya. Oh iya, hari itu ada 2 orang yang menjadi peserta ujian. Tidak beberapa lama pak polisi datang, hatiku menjadi dag-dig-dug-dueeerrr… (hahahaha…. kaya iklan aja…).
Kemudian pak polisi memberi contoh kepada kami. Wah ternyata emang ebat tuh polisi. Oh iya, sepeda motor yang kami gunakan adalah sepda motor kami masing-masing. Saya mengunakan Yamaha RX-King tahun 1991 (enak bo, buat kebut-kebut an… hehehehe..). Trus pak polisi mencoba motor kami satu per satu, dan pak polisi juga sukses melibas tuh ujian dengan baik..(wah emang ebat nih polisi.. salut deh…). Kemudian kami di beri kesempatan mencoba track yagn di siapkan. Wiiihhhh, ternyata emang susah banget… Karena melihat kami kesusahan, kami diberi kesempatan untuk berlatih terlebih dahulu. “Klo udah siap ntar panggil saya ya…” gitu pesen pak polisi.
Saya berlatih hampir 1 jam lebih di bawah terik matahari. (Wah gosong deh nih kulit.. hehehehehe…) Setelah merasa mantap, kami pun memanggil pak polisi yang tadi. Akhirnya, tibalah saat ujian. Tambah dag-dig-dug deh nih jantung… Kemudian kami masing masing di beri kesempatan sebanyak 3 kali untuk mencoba track. Ah… ternyata pada percobaan pertama saya gagal. Tapi pantang patah semangat. Semangat terus…… Percobaan kedua, saya berusaha untuk tidak kehilangan konsentrasi, saya lalui tikungan demi tikungan, belokan demi belokan dengan tegang. Dan akhirnya……….. SUKSESSSS….!!!!!!!! Alhamdulillah….
Akhirnya….
Kemudian pak polisi meminta saya untuk menunggu di depan untuk foto. Tidak berapa lama saya dipanggil untuk foto. Alhamdulillah, ternyata prosesnya tidak seseram dan serumit yang saya bayangkan. (hahahahahahaha….)
Akhir cerita, saya ucapkan terima kasih kepada pak polisi. Semoga Kalian tambah jaya.
Dan buat temen-temen yang hendak bikin SIM, ayo mari kita ikuti prosedur yang ada. Jangan maunya cepet terus…. Kan katanya bangsa ini udah ga bener, dimana-mana banyak korupsi, kolusi, dan nepotisme. Nah mari kita berusaha bersama agar bangsa ini menjadi lebih baik. Ngga usah banyak komentar, ga usah banyak mencela, ga usah banyak berpikir, Kita coba dari diri sendiri untuk mengikuti prosedur yang ada. Dengan mengikuti prosedur yang ada mudah-mudahan korupsi, kolusi, dan nepotisme dapat berkurang. Dan bangsa Indonesia menjadi baik dan baik…
