Assalamu ‘alaikumu Wr Wb.
Beberapa saat yang lalu saya mendapat email dari seorang teman. Ternyata isi email itu sangat menarik sekali untuk di baca. InsyaAllah disini akan saya tuliskan isi email tersebut. Isinya seperti berikut:
Berapa lama Kita dikubur…?
Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Fulani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet.
Baju merahnya yg Kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang Es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana ayahnya.
Fulani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke kanan dan kemudian duduk diatas seonggok nisan “Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1915: 20- 01-1965″. Kemudian sang Ayah berkata: “Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo’a untuk nenekmu”. Fulani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo’a untuk Neneknya…
Pagi-pagi masuk kantor tiba-tiba telepon berdering, alangkah kagetnya saya (maklum lagi nglamun… hehehehehe…). Ternyata telepon datang dari teman diseberang yang hendak menanyakan tentang laptopnya yang tidak bisa shutdown.
Laptop teman saya menggunakan OS Ubuntu 8.10 (Interpid Ibex). Setelah ditelusuri ternyata permasalahannya adalah ALSA-UTILS nya ndak mau di shutdown. Setelah googling kesana kian kemari, akhirnya ditemukan sebuah solusi. Solusinya adalah sebagai berikut:
Buka file “/etc/init.d/alsa-utils”
# gedit /etc/init.d/alsa-utils
Setelah file “alsa-utils” nya terbuka, kemudian kita menuju ke line 353 disitu kita akan menemukan command “STOP)”. Nah dibawah command stop) itu kita tambahkan command untuk mematikan ethernet card yang kita miliki. Jadinya:
stop)
ifconfig wlan0 down –> yang ditambahin (untuk matikan wireless)
ifconfig eth0 down –> yang ditambahin (untuk matikan lan card)
EXITSTATUS=0
Setelah ditambahkan baris tersebut, save file, kemudian shutdown komputer atau restart komputer anda.
Mudah-mudahan komputer bisa shutdown atau restart dengan baik.
Assalamualaikum Wr Wb.
Dulu, hari Rabu (klo ga salah tanggal 2 Juli 2008.. maklum dah lama… hehehehe) kantor tempat saya bekerja mendapat giliran pemadaman listrik bergilir. Karena unit tempat saya bekerja sangat bergantung pada ketersediaan listrik (komputer) maka bisa dikatakan bahwa saya mendapatkan libur 1 hari… (tidak resmi… hehehehehehe… maunya…). Nah dari pada saya bengong-bengong ga jelas juntrungnya saya ke polres aja untuk membuat SIM C yang baru, yang bentar lagi udah habis mas pakainya.
Sesampainya di polres, saya tanyakan kepada penjaga dimana tempat membikin SIM. Setelah diberi sedikit petunjuk, akhirnya saya sampai juga di ruangan yang dimaksud. “TEMPAT MEMBUAT DAN PERPANJANG SIM”. Pada ruangan itu terpampang jelas besaran rupiah yang dibutuhkan untuk membuat sim sebesar Rp. 75,000.00 dan memperpanjang sebesar Rp. 60,000.00 serta prosedur yang harus dilakukan. Setelah saya mengetahui prosedurnya, dimulailah petualangan saya mengurus pembuatan Surat Ijin Mengemudi (SIM). (ehehehehehe…..)
Ada beberapa perintah untuk melihat space hardisk yang telah digunakan di linux, antara lain:
1. du
Penggunaan: [root@kompiku]/# du -hc –max-depth=1
Perintah diatas akan menampilkan berapa space hardisk yang telah digunakan pada masing-masing folder yang berada dibawah (1 tingkat) folder /.

2. df
Penggunaan: [root@kompiku]/# df
Perintah diatas akan menghasilkan berapa jumlah hardisk yang telah digunakan.

Squid merupakan sebuah aplikasi server yang stabil, performance yang tinggi, dan gratis. Squid digunakan sebagai web cache pada aplikasi web proxy.
web cache adalah halaman-halaman (objects) web yang disimpan dalam media lokal (local disk) setelah proses “caching”. Caching adalah proses penyimpanan halaman-halaman (objects) web ke media lokal (local disk) untuk ditampilkan kembali.
Squid biasanya akan berkurang performancenya jika web cache pada local disk telah banyak, sehingga di perlukan pembersihan web cache dari local disk. Pembersihan ini diperlukan untuk menjaga performance dari proxy server yang kita bangun, walaupun sebenarnya squid sendiri dapat membersikan web cache tersebut.
Langkah pembersihan web cache adalah sebagai berikut:
- Hentikan proses squid dengan perintah # /etc/init.d/squid stop
- Hapus file-file pada direktori cache, pada kasus ini direktori yang di gunakan adalah “/var/spool/squid/”, perintahnya # rm -fdR /var/spool/squid/*
- Buat cache squid lagi, perintahnya # squid -z
- Jalankan squid, perintahnya # /etc/init.d/squid start
Biasanya setelah proses pembersihan ini, akan terasa perbedaan kecepatan browsing web pada client.
Alhamdulillah….
Itu lah kata yang terucap saat pertama kali berhasil login di blog ini.
Banyak yang terlintas dibenak saya ketika pertama kali login, hendak seperti apakah blog ini, mau di tulisin apa, ahhh… yang penting senang…
Mungkin itulah tulisan pertama saya pada blog ini. Untuk UMP khususnya PTIK semoga semakin jaya..
